Sabtu, 16 Agustus 2014

Manfaat dan Pengaruh PPSMB bagi Gamada




PPSMB (Pelatihan Pembelajaran Sukses Mahasiswa Baru)
Sebelum membahas tentang manfaat dan pengaruh PPSMB UGM bagi Gamada, tentu kita harus mengetahui apa itu PPSMB terlebih dahulu. Nah, pada kesempatan ini saya akan membagikan sedikit informasi tentang apa itu PPSMB UGM.
Sebagai universitas tertua dan terbesar di Indonesia, UGM yang memiliki 18 Fakultas dan 2 Sekolah (Pascasarjana dan Sekolah Vokasi), mempunyai 5 jati diri sebagai berikut : 1. Universitas Nasional; 2. Universitas Perjuangan; 3. Universitas Kerakyatan; 4. Universitas Pancasila; dan 5. Universitas Pusat Kebudayaan. UGM pun mengemban tugas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan daya saing sumber daya manusianya dalam menghadapi persaingan global. Dalam rangka mempersiapkan mahasiswa baru menjadi pembelajar yang sukses, unggul, cerdas, dan profesional di bidangnya, serta mampu bersaing dalam percaturan global maka diperlukanlah apa itu yang dinamakan PPSMB, singkatan dari Pelatihan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru yang sering disebut juga PALAPA.

PPSMB UGM ini mulai diperkenalkan sejak tahun 2008. PPSMB ini dilatarbelakangi oleh perlunya mempersiapkan dan memperkenalkan mahasiswa baru tentang kehidupan akademik, sejarah dan visi misi Universitas Gadjah Mada dan seluk-beluknya, sehingga mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dalam kehidupan yang baru, menimba ilmu dan mengalami pengalaman yang baru di UGM. Dari kegiatan ini juga diharapkan setiap mahasiswa baru UGM memiliki rasa kepedulian terhadap kehidupan di kampus, toleransi, rasa kebangsaan dan semangat belajar yang tinggi untuk menjadi mahasiswa sukses selama menimba ilmu di UGM.

Demikianlah sedikit informasi yang saya ketahui mengenai PPSMB. Dilihat dari tujuannya saja sudah menunjukkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi para mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada atau yang biasa disebut Gamada (Gadjah Mada Muda). Selain bertujuan untuk mengenalkan tentang kehidupan dan lingkungan perkuliahan di UGM, kita juga bisa mendapatkan teman-teman baru sesama Gamada maupun kakak angkatan, serta tentunya kita juga akan mendapatkan banyak pengalaman baru dari kegiatan ini.

Dari kegiatan PPSMB ini juga kita bisa menjadi mahasiswa yang berkualitas, manusiawi dan bermartabat. Sehingga kita menjadi seorang mahasiswa yang memiliki nilai-nilai dan jati diri ke-UGM-an yang peduli terhadap sekitar, mampu memimpin dan berkomunikasi dengan baik serta mampu bersaing dalam dunia global. Seperti yang kita ketahui, kita saat ini bersiap menyambut AFTA pada tahun 2015 mendatang, maka dari itu sangatlah bermanfaat jika kita mengikuti PPSMB UGM ini dengan sungguh-sungguh, karena dari sini kita akan dalilatih untuk memiliki kemampuan kepemimpinan dan komunikasi yang baik dalam konteks nasional dan internasional.
Prisma PPSM Teknik 2014

Di dalam rangkaian PPSMB ini pun juga ada PPSMB tingkat fakultas. Karena saya berasal dari fakultas teknik maka saya pun juga mengikuti PRISMA PPSMB Fakultas Teknik yang wajib diikuti oleh semua mahasiswa baru Fakultas Teknik UGM. Kegiatan ini juga memiliki banyak manfaat karena dengan kegiatan ini kita bisa lebih mengenal tentang seluk beluk Fakultas Teknik UGM yang nantinya akan menentukan masa depan kita (Mahasiswa Fakultas Teknik UGM), sehingga kita dapat menjadi seseorang yang sukses dalam banyak hal.

Selain hal di atas, terdapat juga kegiatan pembekalan soft skills bagi para Gamada yang mencakup living skills, learning skills dan leadership skills yang membuat kita dapat beradaptasi dan mengelola diri sendiri agar berjiwa mandiri, mempunyai jiwa enterpreneurship, adaptif, serta tanggap terhadap perubahan.

Dari berbagai manfaat yang sudah saya sebutkan tentu sangatlah rugi jika kita melewatkan PPSMB UGM ini, apalagi PPSMB merupakan syarat yudisium yang menentukan kelulusan, pengambilan beasiswa dan lain sebagainya. Untuk itu marilah kita gamada mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat sehingga kita mendapatkan manfaat yang optimal bagi diri kita sendiri. Sekian yang dapat saya sampaikan mengenai Pentingnya PPSMB. TerimaKasih.
 

readmore »»  

Jumat, 01 Maret 2013

KARYA TULIS


BAB I
PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
Manusia dan ekonomi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, dengan kata lain manusia merupakan makhluk ekonomi. Cobalah perhatikan lingkungan di sekitar kita, setiap pagi banyak orang melakukan berbagai aktivitas untuk memenuhi kebutuhannya, seperti membaca koran atau melihat acara hiburan ditelevisi maupun berita. Ini membuktikan bahwa, keseharian manusia tak pernah lepas dari dimensi ekonomi.
Sebagai ilmu yang besar, ilmu ekonomi memiliki peranan yang sangat besar dalam kemajuan suatu bangsa. Dalam hal ini, ilmu ekonomi mampu mengatasi permasalahan ekonomi suatu bangsa, seperti kebijakan untuk mengatasi inflasi, kebijakan untuk mengatasi deflasi, dll. Semuanya ini merupakan peranan ekonomi. Ilmu ekonomi memiliki cakupan yang banyak, seperti di bidang kesehatan (ilmu ekonomi kesehatan), bidang bisnis (ekonomi bisnis), bidang pembangunan (ekonomi pembangunan), dan masih banyak lagi. Inilah yang menunjukkan betapa besaranya peran ilmu ekonomi bagi masyarakat.
Namun dilain hal, masih ada siswa/pelajar yang beranggapan bahwa ilmu ekonomi itu adalah ilmu yang biasa saja khususnya bagi siswa yang menyukai ilmu IPA. Dan ada juga masyarakat yang menganggap bahwa orang yang mencintai ilmu sains adalah orang yang hebat, dengan kata lain adalah orang yang pintar. Siswa juga merasa bahwa sains itu membuat mereka keren dan ada juga yang merasa gengsi untuk mengambil ilmu sosial.
Inilah yang membuat penulis mengangkat masalah ini, penulis ingin mengetahui seberapa besar minat siswa dengan ilmu sosial ini (ilmu ekonomi). Khususnya siswa kelas X (sepuluh) unggulan SMA Negeri 1 Sibolga.
  
1.2   Rumusan Masalah
1.2.1        Seberapa besar minat siswa SMA Negeri 1 Sibolga  terhadap ilmu      ekonomi?
1.2.2        Apa sajakah kendala dalam mempelajari ilmu ekonomi?
1.2.3        Bagaimanakah upaya untuk meningkatkan minat siswa terhadap ilmu  ekonomi?

1.3   Tujuan Penelitian
1.3.1 Untuk mengetahui seberapa besar minat siswa SMA Negeri 1 Sibolga            terhadap ilmu ekonomi.
       1.3.2   Untuk mengetahui apa saja kendala dalam mempelajari ilmu ekonomi.
1.3.3 Untuk mengetahui bagaimana upaya untuk meningkatkan minat siswa terhadap ilmu ekonomi.                                                                                                                                                                              

1.4   Pembatasan Masalah
Ilmu ekonomi merupakan ilmu yang memiliki peran yang besar dalam kehidupan manusia. Sebagai ilmu yang besar, ilmu ekonomi memiliki cakupan yang besar pula. Oleh sebab itu, penulis hanya membahas tentang, minat siswa kelas X (sepuluh) unggulan SMA Negeri 1 Sibolga terhadap ilmu ekonomi, kendala dalam mempelajari ilmu ekonomi, dan upaya dalam meningkatkan minat siswa terhadap ilmu ekonomi.

1.5   Manfaat Penelitian
 1.3.1   Sebagai suatu sumber  yang mengajak siswa untuk meminati ilmu   
            ekonomi.
 1.3.2   Bagi tenaga pengajar, karya tulis ini dapat sebagai ajakan untuk  
            memberikan pengajaran ilmu ekonomi dengan baik.
 1.3.3   Bagi penulis, penelitian ini dapat dijadikan sebagai pembelajaran awal    
           untuk melakukan penilitaian berikutnya.

1.6   Metode Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan angket kepada responden yaitu kelas X (sepuluh) unggulan SMA Negeri 1 Sibolga sebanyak 40 (empat puluh) siswa. Angket yang disebarkan berisi 11 (sebelas) pertanyaan yang merupakan pertanyaan tertutup, dan terdiri dari pertanyaan untuk mengetahui minat siswa (pertanyaan no. 1-9), untuk mengetahui kendala siswa dalam belajar ekonomi (pertanyaan no. 10), dan untuk mengetahui upaya untuk meningkatkan minat siswa tersebut (pertanyaan no. 11).
1.6.1 Populasi dan Sampel
      Populasi adalah keseluruhan objek penelitian. Dalam karya ilmiah ini, yang menjadi populasi adalah siswa SMA Negeri 1 Sibolga. Sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang memiliki kesamaan sifat yang merupakan sumber data. Jadi yang merupakan sampel dalam karya ilmiah ini adalaah siswa kelas X (sepuluh) unggulan SMA Negeri 1 Sibolga.
1.6.2  Cara Pengambilan Data
      Pengambiilan data dilakukan melalui cara pemberian angket kepada responden. Dari angket tersebut akan diperoleh data yang kemudian akan  diolah dan ditarik kesimpulan. Dalam penelitian ini, penulis menyebarkan angket dengan jumlah 50 lembar.
1.6.3  Cara Menganalisis Data
      Analisis data dilakukan dengan cara mengelompokkan  responden ke dalam tiga kelompok, yaitu kelompok berminat, kurang berminat, dan kelompok yang tidak berminat. Pengelompokan tersebut  diperoleh dari hasil pertanyaan-pertanyaan angket yang bersifat tertutup.
      Dari hasil yang didapatkan kemudian diadakan pengelompokan untuk setiap jawaban yang telah dipilih oleh responden. Kegiatan ini berguna untuk menentukan kelompok terbanyak. Untuk mengambil kesimpulan tentang minat siswa terhadap  ilmu ekonomi, dapat dilihat dari analisis data. Jika kelompok berminat  lebih banyak daripada kelompok lainnya, maka minat siswa terhadap ilmu ekonomi dapat dikatakan besar. Sebaliknya, jika kelompok  yang kurang berminat dan kelompok tidak berminat lebih banyak, maka dapat disimpulkan bahwa minat siswa terhadap ilmu ekonomi  kurang atau dapat dikatakan mereka tidak berminat.
                                                              
                                         
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1  Hakikat Minat
            Minat terkadang kita artikan sebagai keinginan atau kemauan terhadap suatu objek tertentu. Minat berhubungan dengan aspek kognitif, afektif, dan motorik, dan merupakan sumber motivasi untuk melakukan apa yang diinginkan, serta minat berhubungan dengan sesuatu yang menguntungkan dan dapat menimbulkan kepuasan bagi dirinya[1].
Secara lebih lengkap, Yudrik Jahja (2011:63) menyatakan bahwa minat ialah suatu dorongan yang menyebabkan terikatnya perhatian individu pada objek tertentu seperti pekerjaan, pelajaran, benda, dan orang. Berdasarkan pengertian tersebut, penulis dapat menyimpulkan bahwa minat berbeda dengan kesenangan. Kesenangan bersifat sementara, sedangkan minat bersifat tetap dan ada unsur memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasan. 
2.2  Hakikat Ilmu Ekonomi
Istilah ekonomi berasal dari bahasa Yunani, yaitu oikosnamos atau  oikonomia yang artinya manajemen urusan ruamah tangga, khususnya penyediaan dan administrasi pendapatan[2].
Ilmu ekonomi adalah ilmu sosial yang mempelajari individu-individu dan organisasi yang terlibat dalam produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa[3]. Tujuan ilmu ekonomi ini adalah untuk meramalkan berbagai peristiwa ekonomi dan untuk membuat berbagai kebijakan yang akan mencegah atau mengoreksi berbagai masalah seperti pengangguran, inflasi, atau pemborosan dalam perekonomian.
Secara fundamental dan histori, ilmu ekonomi dapat dibedakan menjadi dua, yakni ilmu ekonomi posotif dan ekonomi normatif. Ekonomi posotif hanya membahas deskripsi mengenai fakta, situasi, dan hubungan yang terjadi dalam ekonomi, sedangkan ilmu ekonomi normatif membahas pertimbangan-pertimbangan nilai dan etika, seperti haruskah sistem perpajakan diarahkan pada kaidah mengambil dari yang kaya untuk menolong yang miskin? Lebih jelasnya, Sastradipoera (H. Dadang, 2007:367) mengemukakan sebagai berikut.
Ilmu ekonomi posotif merupakan ilmu yang hanya melibatkan diri dalam masalah ‘apakah yang terjadi’. Oleh karena itu, ilmu ekonomi positif netral terhadap nilai-nilai. Artinya, ilmu ekonomi positif bebas nilai (value free atau wetfrei)…hanya menjelaskan ‘apakah harga itu’ dan ‘apakah yang akan terjadi jika harga itu naik atau turun’ bukan ‘apakah herga itu adil atau tidak’…Ilmu ekonomi normatif bertentangan dengan ilmu positif, ilmu ekonomi normatif beranggapan bahwa ilmu ekonomi harus melibatkan diri dalam mencari jawaban atas masalah ‘apakah yang seharusnya terjadi’. Esensi dasar ilmu ekonomi adalah pertimbangan nilai (value judgment). Seorang ekonom penganut etika puritan egalitarianism, Gunnar Myrdal (1898-1987) lebih suka menyebutkan ‘ilmu ekonomi institusional’.
Ilmu ekonomi sebagai bagian dari ilmu sosial, tentu berkaitan dengan bidang disiplin akademis ilmu sosial lainnya, seperti ilmu politik, psikologi, antropologi, sosiologi, sejarah, geografi, dan sebagainya. Sebagai disiplin yang mengkaji tentang aspek ekonomi dan tingkah laku manusia, juga berarti mengkaji peristiwa-peristiwa ekonomi yang terjadi dalam masyarakat. Pada dasarnya, tujuan orang mengkaji peristiwa-peristiwa ekonomi adalah berusaha untuk mengerti hakikat dari peristiwa-peristiwa tersebut yang selanjutnya untuk dipahaminya. Dengan demikian, dapat dikemukakan bahwa tujuan ilmu ekonomi itu untuk mencari pengertian tentang hubungan peristiwa-peristiwa ekonomi, baik yang berupa hubungan kausal maupun fungsional dan untuk dapat menguasai masalah-masalah ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat (H. Dadang, 2007:368).
Ditinjau dari ruang lingkup atau cakupannya, ilmu ekonomi dapat dibedakan atas makroekonomi dan mikroekonomi (H. Dadang, 2007:369). Istilah makroekonomi untuk pertama kali diperkenalkan oleh Ragnar Frisch pada tahun 1933, yang diterapkan pada studi mengenai hubungan antaragregat ekonomi yang bersifat luas, seperti pendapatan nasional, inflasi, pengangguran agregat, neraca pembayaran. Perlu diketahui bahwa pada masa sebelumnya, sasaran kebijakan makroekonomi adalah kesempatan kerja full employment (kondisi di mana seluruh sumber daya, khususnya tenaga kerja dapat terserap sepenuhnya) dan stabilitas harga. Stabilitas output dari tahun ke tahununtuk menghindari ledakan pertumbuhan atau resesi yang sangat parahmerupakan sasaran tambahan. Akan tetapi, tingkat pertumbuhan output pada jangka waktu yang lebih panjang, tergantung pada banyak faktor, seperti teknologi, pelatihan, dan insentif yang cenderung termasuk dalam sisi penawaran atau kebijakan mikroekonomi. Dalam hal ini, instrument kebijakan makroekonomi adalah monter dan fiskal. Kebijakan moneter dilaksanakan oleh bank sentral, sebagai contoh oleh Bank Indonesia. Salah satu keuntungan kebijakan moneter sebagai alat untuk mempengaruhi perekonomian adalah berbeda dari kebijakan fiskal, kebijakan ini dapat dikaji ulang dan diubah secara kontinu berdasarkan informasi baru (H. Dadang, 2007:369).
Sedangkan kebijakan fiskal adalah perpajakan dan pembelanjaan masyarakat yang dikontrol oleh pemerintah dan tunduk pada ketentuan-ketentuan yang telah mendapat pengesahan dari badan legislatif. Kegunaannya dalam mengatur perekonomian pun ditentukan oleh kemampuan dalam menangani anggaran publik itu sendiri secara bijaksana (H. Dadang, 2007:370).
Ini sangat berbeda dengan studi mengenai unit-unit pengambilan keputusan individual dalam perekonomian, seperti rumah tangga, pekerjaan, dan perusahaan yang secara umum dikenal dengan sebutan mikroekonomi. Terdapat enam topik yang sering dipresentasikan dalam mikroekonomi, yakni teori perilaku konsumen, teori pertukaran, teori produksi dan biaya, teori perusahaan, teori distribusi, dan teori ekonomi kesejahteraan (H. Dadang, 2007:371). Tema umum yang mendasari semua topik tersebut adalah upaya dari para aktor individual untuk meraih suatu posisi yang optimal dengan nilai-nilai parameter yang membatasi pilihan mereka. Para konsumen berusaha untuk memaksimalkan kepuasan atau kegunaan sesuai dengan selera, pendapatan, dan harga barang. Perusahaan berusaha memaksimalkan laba mereka, ini berarti bahwa dengan tingkat output berapapun diproduksi dengan biaya terendah.
Dewasa ini ilmu ekonomi telah berkembang jauh melebihi ilmu-ilmu sosial lainnya yang terbagi-bagi dalam beberapa bidang kajian, seperti ekonomi lingkungan, ekonomi evolusioner, ekonomi eksperimental, ekonomi kesehatan, ekonomi institusional, ekonomi matematik, ekonomi sumber daya alam, ekonomi pertahanan, ekonomi sisi penawaran, ekonomi kesejahteraan, ekonomi dualistik, ekonomi informal, ekonomi campuran, ekonomi pertanian, ekonomi tingkah laku, dan ekonomi pembangunan (H. Dadang, 2007:371).            

  
BAB III
PROSES PENELITIAN
3.1  Lokasi Penelitian
            Penelitian dilaksankan di SMA Negeri 1 Sibolga. Lokasi ini ditetapkan berdasarkan responden yang penulis teliti, yaitu siswa kelas X (sepuluh) unggulan SMA Negeri 1 Sibolga.
3.2  Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan dari tanggal 8-12 Februari 2012. Dari tanggal tersebut penulis melakukan pembagian angket, pengumpulan angket, hingga penyimpulan hasil penelitian.


  
BAB IV
HASIL PENELITIAN
4.1  Hasil Angket
Penulis menyebarkan 40 angket untuk 40 responden yang terdiri dari 11 pertanyaan yang merupakan pertanyaan tertutup. Pertanyaan tersebut terbagi lagi menjadi tiga bagian yaitu pertanyaan untuk mengukur minat siswa (pertanyaan no. 1-9), pertanyaan untuk mengetahui kendala siswa dalam belajar ilmu ekonomi (pertanyaan no. 10), dan pertanyaan untuk mengetahui upaya dalam meningkatkan minat siswa terhadap ilmu ekonomi (pertanyaan n0. 11). Tiap angket penulis nomori dengan nomor 1 sampai 40 mewakili nama responden.
            Data diperoleh berdasarkan banyaknya pilihan jawaban yang dipilih responden, jika responden  banyak memilih opsi A (berminat) maka dapat dikatakan responden tersebut berminat, sedangkan jika responden banyak memilih opsi B (kurang berminat ) maka responden tersebut termasuk responden yang kurang berminat, sementara jika responden banyak memilih opsi C (tidak berminat) responden tersebut adalah responden yang tidak berminat.
Adapun hasil angket tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel 1.1
Tabel 1.2
No
Nomor Pertanyaan
Opsi Dominan
Keterangan
No
Nomor Pertanyaan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
1
B
B
C
C
C
A
B
C
C
C
Tidak Berminat
1
C
A
2
C
C
B
C
B
B
C
C
C
C
Tidak Berminat
2
A
A
3
C
C
B
B
C
A
B
C
C
C
Tidak Berminat
3
A
A
4
B
A
B
C
C
A
C
C
C
C
Tidak Berminat
4
B
B
5
C
B
B
C
C
A
C
C
C
C
Tidak Berminat
5
A
B
6
B
A
B
C
B
A
B
C
B
B
Kurang Berminat
6
C
C
7
B
B
B
B
B
A
B
B
B
B
Kurang Berminat
7
A
B
8
B
B
B
C
C
B
B
C
A
B
Kurang Berminat
8
A
A
9
B
A
A
B
B
B
A
C
B
B
Kurang Berminat
9
A
A
10
B
A
B
B
B
B
B
C
C
B
Kurang Berminat
10
A
C
11
B
B
B
B
B
A
B
C
B
B
Kurang Berminat
11
A
A
12
B
A
A
C
-
B
B
B
B
B
Kurang Berminat
12
C
C
13
B
A
B
C
B
A
B
C
B
B
Kurang Berminat
13
A
B
14
B
A
B
C
B
A
B
C
B
B
Kurang Berminat
14
A
B
15
A
A
B
A
B
A
B
B
B
B
Kurang Berminat
15
C
C
16
B
B
B
B
C
B
C
B
C
B
Kurang Berminat
16
B
C
17
B
A
A
B
B
A
B
B
B
B
Kurang Berminat
17
A
A
18
A
B
B
C
C
A
B
C
B
B
Kurang Berminat
18
C
A
19
B
A
B
C
C
A
B
C
B
B
Kurang Berminat
19
C
A
20
B
A
A
C
B
B
B
B
C
B
Kurang Berminat
20
A
A
21
B
A
A
C
B
A
B
B
B
B
Kurang Berminat
21
C
C
22
B
B
A
C
B
A
B
B
A
B
Kurang Berminat
22
A
A
23
B
A
B
C
B
A
B
B
A
B
Kurang Berminat
23
A
B
24
B
B
A
B
B
A
B
B
B
B
Kurang Berminat
24
A
C
25
B
B
A
C
C
A
B
C
B
B
Kurang Berminat
25
A
B
26
B
A
B
B
B
A
B
C
C
B
Kurang Berminat
26
C
C
27
B
B
B
C
C
A
B
C
B
B
Kurang Berminat
27
C
A
28
B
A
B
C
C
A
B
B
C
B
Kurang Berminat
28
B
B
29
B
A
B
B
C
A
B
B
A
B
Kurang Berminat
29
A
B
30
B
B
B
B
B
A
B
C
B
B
Kurang Berminat
30
B
A
31
B
B
A
B
C
A
B
B
B
B
Kurang Berminat
31
C
C
32
B
A
B
C
B
A
B
B
A
B
Kurang Berminat
32
A
A
33
B
B
B
C
C
B
B
C
B
B
Kurang Berminat
33
B
A
34
A
A
A
A
B
B
A
B
C
A
Berminat
34
C
C
35
A
A
A
-
A
A
B
C
B
A
Berminat
35
-
C
36
A
A
A
B
B
A
A
A
A
A
Berminat
36
-
A
37
A
A
A
B
A
A
B
B
B
A
Berminat
37
B
A
38
A
A
A
B
B
A
B
-
A
A
Berminat
38
C
A
39
B
A
A
A
C
A
B
B
A
A
Berminat
39
B
A
40
A
A
A
C
C
A
B
C
B
A
Berminat
40
C
C

            Berdasarkan Tabel 1.1 diperoleh hasil bahwa terdapat 5 orang responden yang tidak berminat, 28 orang responden kurang berminat, dan 7 orang responden yang berminat.


Berikut tabel persentase data di atas.
Tabel 1.3
Total Responden
Banyak Responden
Tidak Berminat
Kurang Berminat
Berminat
40
5
28
7
Persentase
12,5%
70%
17,5%
             
4.Analisis Data
            Pengelompokan jawaban dibagi menjadi tiga, yaitu kelompok A : Kelompok Berminat, B : Kurang Berminat, C : Tidak Berminat. Berdasarkan data selanjutnya dapat dihitung kelompok siswa yang memilih A, B, atau C.
Adapun hasil analisis data yang diperoleh dari hasil angket angket adalah sebagai berikut:
Tabel 1.4
Total Seluruh Jawaban
Skor Opsi
A    (Berminat)
B        (Kurang Berminat)
C   (Tidak Berminat)
357
96
182
79
Persentase
26,9%
50,9%
22,1%

Dari data tersebut dapat diketahui , Opsi A memperoleh skor 96, Opsi B memperoleh skor 182, dan Opsi C memperoleh skor 79.
Hal ini berarti
kelompok kurang berminat (B) lebih banyak daripada kelompok berminat (A) dan kelompok tidak berminat (C). Dengan demikian, kelompok kurang berminat lebih banyak dibandingkan dengan kelompok berminat dan tidak berminat. Dan dengan kata lain, siswa kelas X (sepuluh) Unggulan yang berminat terhadap perpustakaan sekolah lebih sedikit dibandingkan kelompok yang kurang berminat.


BAB V
PEMBAHASAN
            Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa siswa kelas X (sepuluh) unggulan SMA Negeri 1 Sibolga kurang berminat terhadap ilmu ekonomi. Hal ini didasarkan pada kendala yang dialami dalam belajar ilmu ekonomi. Selain itu, kita perlu mengetahui bahwa selain siswa yang kurang berminat, siswa yang berminat juga memiliki kendala dalam belajar ilmu tersebut.
            Adapun kendala siswa kelas X (sepuluh) unggulan SMA Negeri 1 Sibolga yang telah penulis rangkum secara keseluruhan (berdasarkan Tabel 1.2) antara lain:
Ø  Pelajaran ilmu ekonomi itu membosankan.
Ø  Gurunya monoton dalam menerangkan pelajaran ilmu ekonomi, sehingga membuat siswa bosan.
Ø  Mereka susah dalam memahami pelajaran ini karena terlalu banyak teori.

Selain itu, upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan minat siswa tersebut yang juga telah penulis rangkum secara keseluruhan (berdasarkan Tabel 1.2) antara lain:
Ø Menciptakan suasana belajar yang serius tapi santai, seperti belajar sambil bermain games.
Ø Meningkatkan cara mengajar guru menjadi lebih baik dan menyenangkan.
Ø Membuat metode belajar yang memacu siswa lebih aktif dalam belajar.



BAB VI
PENUTUP
6.1  Kesimpulan
            Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut:
1.      Minat siswa kelas X (unggulan) SMA Negeri 1 Sibolga terhadap ilmu ekonomi masih kurang.
2.      Kendala-kendala siswa dalam mempelajari ilmu ekonomi yaitu, mereka berpendapat bahwa pelajaran ekonomi itu membosankan, gurunya monoton dalam menerangkan pelajaran tersebut sehingga membuat mereka bosan, dan mereka merasa susah untuk memahami pelajaran ini karena terlalu banyak teori.
3.      Berdasarkan hasil angket, upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat siswa terhadap ilmu ekonomi antara lain:
·         Menciptakan susana belajar yang serius tapi santai, seperti belajar sambil bermain games.
·         Meningkatkan cara mengajar guru menjadi lebih baik dan menyenangkan.
·         Membuat metode belajar yang memacu siswa lebih aktif dalam belajar.
6.2  Saran
            Saran yang dapat disampaikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Sebagai seorang siswa, sebaiknya kita menaruh minat bukan hanya kepada ilmu-ilmu yang berbaur sains (IPA) tetapi kita juga menaruh minat kepada ilmu yang berbaur sosial yang peranannya sangat besar dalam kehidupan masyarakat, seperti ilmu ekonomi.
2.      Para pengajar dapat menjadikan penelitian ini sebagai ajakan untuk memberikan pendidikan ilmu ekonomi dengan yang baik serta dengan metode yang baik pula.
3.      Para peneliti, dapat memanfaatkan penelitian ini sebagai kajian awal dalam melakukan penelitian lebih lanjut yang memiliki cakupan yang sama dengan penelitian ini.



DAFTAR PUSTAKA


Jahja, Yudrik. 2011. Pisikologi Perkembangan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Salvatore, Dominick dan Eugene A. 2004. Prinsip-Prinsip Ekonomi. Jakarta: Penerbit  Erlangga.
Supardan, H. Dadang. 2007. Pengantar Ilmu Sosial. Jakarta: Bumi Aksara




LAMPIRAN
ANGKET
Nama :
Kelas  :
Pertanyaan Tertutup
Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang Anda pilih.
1.      Apakah Anda menyukai pelajaran ilmu ekonomi?
a.       Ya
b.      Sedikit
c.       Tidak
2.      Apakah menurut Anda pelajaran ekonomi itu penting?
a.       Ya
b.      Sedikit
c.       Tidak
3.      Apakah Anda menyimak dengan serius saat pelajaran ekonomi berlangsung?
a.       Ya
b.      Sedikit
c.       Tidak
4.      Jka diadakan kompetisi tentang ilmu ekonomi, apakah Anda ingin mengikutinya?
a.       Ya
b.      Biasa saja
c.       Tidak
5.      Apakah Anda senang kalau jam pelajaran ekonomi ditambah?
a.       Ya, senang
b.      Biasa saja
c.       Tidak senang
6.      Apakah Anda selalu mengerjakan tugas ekonomi yang diberikan guru Anda?
a.       Ya, selalu
b.      Kadang-kadang
c.       Tidak pernah
7.      Seringkah Anda mengulangi pelajaran ekonomi yang Anda pelajari?
a.       Sering
b.      Kadang-kadang
c.       Tidak pernah
8.      Apakah Anda sering membaca atau meminjam buku tentang ilmu ekonomi di perpustakaan untuk menambah wawasan Anda?
a.       Sering
b.      Kadang-kadang
c.       Jarang, bahkan tidak pernah

9.      Pernahkah Anda bertanya pada guru ketika pelajaran berlangsung?
a.       Ya
b.      Kadang-kadang
c.       Tidak
10.  Apa kendala Anda dalam mempelajari ilmu ekonomi?
a.       Materinya agak membosankan
b.      Gurunya monoton dalam menerangkan pelajaran tersebut, sehingga membuat bosan
c.       Susah memahami pelajarannya karena terlau banyak teori
11.  Menurut Anda, apakah upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat siswa terhadap ilmu ekonomi?
a.       Menciptakan suasana belajar yang serius tapi santai, seperti belajar sambil bermain games.
b.      Meningkatkan cara mengajar guru menjadi lebih baik dan menyenangkan
c.       Mebuat metode belajar yang memacu siswa lebih aktif dalam belajar

                       
Perhitungan Persentase
Ø  Pada hasil angket
Perhitungan persentase pada Tabel 1.3 dilakukan dengan rumus sebagai berikut.
Contoh:
M
enghitung persentasi responden yang tidak berminat.
                       
Ø  Pada hasil analisis data
Dari Tabel 1.1, hasil analisis data diperoleh sebagai berikut:
      


Pertanyaan Tertutup
A
B
C

1
8
29
3

2
24
14
2

3
16
23
1

4
3
15
21

5
2
21
16

6
31
9
-

7
3
33
4

8
1
17
21

9
8
21
11

Jumlah
96
182
79

Total
357


Adapun perhitungan yang dilakukan pada Tabel 1.4 menggunakan rumus sebagai berikut.
Contoh:
Menghitung persentase kelompok berminat.























[1] Yudrik Jahja, Pisikologi Perkembangan, Kencana Prenada Media Group, Jakarta, 2011, hal.63.  
[2] H. Dadang Supardan, Pengantar Ilmu Sosial, Bumi Aksara, 2007, Jakarta, hal.366.
[3] Dominick Salvatore dan Eugene A. Dioulio, Prinsip-Prinsip Ekonomi, Penerbit Erlangga, Jakarta, 2004, hal.1.
readmore »»